mataharimall e-commerce

MANAJEMEN-TI.COM— Beredar kabar bahwa situs dagang online Mataharimall.com tutup sejak Selasa (20/11). Seluruh kegiatan jual beli online pada anak usaha Grup Lippo tersebut dikabarkan bergabung dengan Matahari Departement Store pada laman Matahari.com.

Bagi para pelanggan e-commerce tersebut, tentu kabar ini cukup mengejutkan. Dikonfirmasi mengenai hal ini, CEO MatahariMall Hadi Wenas menanggapinya dengan santai.

Gak benar kalau tutup, coba saja buka. Masih ada kok,” ungkapnya dengan bercanda.

[Baca juga: Membedah Peta Jalan e-Commerce Indonesia (1)]

Lalu apakah benar kabar yang mengatakan Mataharimall digabung dengan Matahari Department Store dalam laman Matahari.com?

“Lebur juga nggak. PT-nya masih beda,” kata Hadi yang kemudian menambahkan, “(Sifatnya) kerja sama lebih erat. Merchants kita, mau kita bantu daftarin ke MDS (Matahari Departemen Store) jadi bisa omni channel.”

Omni channel adalah kombinasi dari berbagai macam cara dan channel untuk berbelanja, namun tetap memberikan brand feeling yang sama. Baik seperti saat kita membeli di toko fisik, webstore, smartphone, televisi, ataupun media sosial.

Dengan kata lain, Hadi menegaskan bahwa MatahariMall.com bukannya gulung tikar. Adapun yang terjadi saat ini merupakan strategi untuk meningkatkan pemasaran.

“Ini sebuah perkembangan strategis untuk memaksimalkan pengalaman omni-channel konsumen dengan dukungan dari Matahari Department Store,” katanya pada Rabu (21/11).

Melalui kolaborasi ini, menurutnya konsumen bisa mendapat layanan berbeda dan lebih baik dalam berbelanja. Apalagi, Matahari Department Store cukup lama bergerak di bidang retail khususnya fesyen. “Konsumen Indonesia memilki lebih banyak pilihan untuk berbelanja barang fashion tanpa batasan apa pun baik di online maupun offline,” ujarnya.

Sejalan dengan hal ini, MatahariMall.com pun memberikan informasi kepada para penjual di platform-nya. Informasi itu menegaskan bahwa Mataharimall.com akan menghubungi mitra dalam waktu dua minggu untuk menyelesaikan pembayaran. MatahariMall.com juga akan membantu proses aplikasi merchant ke Matahari.com hingga 7 Desember 2018.

[Baca juga: Presiden Bukalapak Luruskan Soal Isu Dominasi Barang Impor]

Adapun Mataharimall.com diluncurkan pada 2015. Lewat kolaborasi dengan Matahari.com, MatahariMall.com memandang ini adalah sebuah evolusi strategis untuk melayani konsumen dengan lebih baik di bawah satu merek.

Hadi menyatakan bahwa Matahari.com akan fokus untuk terus berevolusi dan berinovasi memberikan pengalaman omni-channel tanpa hambatan bagi konsumen Indonesia.

Pasar e-commerce di Indonesia memang sangat menjanjikan dengan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data triwulan ketiga 2018, Tokopedia menduduki peringkat teratas dari sisi jumlah pengunjung terbanyak, diikuti oleh Bukalapak, Shoppe, Lazada, dan Blibli. Sedangkan situs Mataharimall tidak nampak dalam daftar peringkat 10 situs e-commerce dengan jumlah pengunjung terbanyak tersebut. [mti/berbagai sumber/picture:katadata]

jumlah pengunjung e-commerce tidak termasuk mataharimall