Indonesia menang International Olympiad in Informatics (IOI) 2018 Jepang

MANAJEMEN-TI.COM – Indonesia mengirimkan empat anak mudanya dalam ajang bergengsi the International Olympiad in Informatics (IOI), salah satu kompetisi terbesar dan paling bergengsi di dunia pada bidang ilmu komputer untuk para siswa setingkat SMA.

Alhamdulillah, keempat wakil Indonesia ini semuanya berhasi mendapatkan medali. Masing-masing Abdul Malik Nurrokhman (SMA Semesta BBS Semarang), Steven Wijaya (SMAS Kanisius Jakarta), dan Ahmad Haulian (SMA Taruna Nusantara Magelang) yang berhasil mendapatkan medali perak. Ditambah Muhammad Salman Al-Farisi (SMA Taruna Nusantara Magelang) yang berhasil mendapatkan medali perunggu.Olimpiade Informatika Internasional (IOI) dari Indonesia

Tahun ini IOI diselenggarakan di Tsukuba, Jepang dari 1-8 September, dan diikuti oleh peserta dari 85 negara undangan. Putri Kakoof Akishino, cucu dari Kaisar Jepang Akihito dan permaisurinya Michiko, juga menghadiri upacara pembukaan acara ini.

IOI adalah salah satu kompetisi pemrograman yang paling prestisius di dunia. Dari segi jumlah pesertanya, kompetisi ini nomor dua setelah International Mathematical Olympiad. Jumlah peserta kompetisi ini terus meningkat dari tahun ke tahun, yang menyebabkan kompetisi menjadi semakin ketat dan bergengsi.

Peserta berasal dari berbagai negara di dunia, termasuk Cina, Australia, Nigeria, Spanyol, Rusia, dan banyak negara lain termasuk Indonesia. Pada ajang yang sama tahun 2017 lalu di Iran, 83 negara ikut serta untuk saling berkompetisi. Pada ajang tersebut, siswa-siswa dari Israel dilarang untuk berpartisipasi karena kebijakan pemerintah Iran yang tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara yang sah. Sehingga para siswa dari Israel tersebut mengikuti kompetisi dari lokasi lain di Rusia.

Kompetisi IOI pertama diselenggarakan pada tahun 1989 di Pravetz, Bulgaria. Obyektif utama dari kompetisi ini adalah untuk “menemukan, mendorong, membawa bersama, menantang, dan memberikan pengakuan pada anak-anak muda yang memilii bakat luar biasa di bidang Informatika.”

IOI juga bertujuan untuk memperkuat hubungan internasional dalam konteks ilmu komputer dan informatika, dan mendorong negara-negara untuk menyelenggarakan dan mengorganisasikan ajang IOI ini. Negera tuan rumah seringkali mengorganisasikan pula program-program kulturan dan sosial disamping kompetisi itu sendiri.

Bagi Indonesia, dari ajang ini juga telah melahirkan para jawara startup yang saat ini sangat menonjol di Indonesia. Seperti misalnya Ahmad Zaky yang sukses dengan Bukalapak nya, Derianto dengan Traveloka, Natali dengna Tiket.com nya, Arief dengan Agate, dan Italo Gani dengan Adskom. Semoga akan lahir lagi startup-startup unggul dari tangan para jawara IOI kali ini.

Dan, last but not least, masih ada berita gembira lainnya dari ajang di Jepang kali ini. Indonesia baru saja mendapatkan kepercayaan juga untuk menjadi tuan rumah ajang Olimpiade Informatika ini pada tahun 2022 mendatang. Sebuah momentum untuk memajukan Indonesia melalui Informatika. Alhamdulillah.

Siapa kita?! Indonesia. Indonesia….BISA!! [mti/mwn]