ITB menang Cyber Jawara 2018

MANAJEMEN-TI.COM – Mahasiswa Institut Teknologi Bandung ( ITB) kembali menjuarai  kompetisi Cyber Jawara di rangkaian acara CodeBali 2018. Tim beranggotakan Jason Jeremi Iman (Teknik Informatika, 2014), Aufar Gilbran (Teknik Informatika, 2013), dan Muhamad Visat Sutarno (Teknik Informatika, 2013) ini berhasil meraih peringkat pertama dan akan mewakili Indonesia di Thailand pada ajang Cyber SEA Games untuk tingkat Asia Tenggara.

(Baca juga: Tata Kelola Keamanan Cyber)

Cyber Jawara merupakan sebuah kompetisi cyber security yang dilakukan tantangan untuk mencari celah keamanan dan memperbaikinya. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Id-SIRTI/CC ini berlangsung pada 9-12 Oktober 2018 lalu di Legian, Bali. Kompetisi ini diikuti oleh para peserta yang berasal dari semua kalangan termasuk siswa, mahasiswa, hingga bidang profesi khusus seperti TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang juga ikut pada kompetisi ini.

(Baca juga: Mahasiswa ITB Jawara Ericsson Smartnovation Hackathon Indonesia)

Tak kurang dari 177 tim ikut serta dalam kompetisi ini di tahap penyisihan. Sepuluh tim teratas dinyatakan lolos ke final. Namun selain 10 tim teratas tersebut, tahap final juga mengikutikan 8 tim undangan, sehingga total peserta yang dipertandingkan di babak final menjadi berjumlah 18 tim.

Tim dari ITB yang diberi nama ‘JAV’ ini merupakan salah satu peserta final dari undangan karena sudah merupakan juara bertahan pada kompetisi yang di tahun sebelumnya. Tahun lalu, tim ini berhasil menjuarai kompetisi ini dan berhasil menjadi juara pertama sebagai wakil Indonesi di tingkat ASEAN melalui ajang Cyber SEA Games. Selanjutnya, tim ini melaju ke tingkat internasional dan meraih peringkat 8 pada ajang SECCON.

“Harapannya tahun ini tim kami lebih baik dari tahun kemarin,” ungkap Jason salah satu anggota Tim JAV seperti dikutip dari laman resmi ITB.

Jason juga mengungkapkan jika mereka kembali berhasil meraih peringkat pertama pada tingkat ASEAN di Bangkok, Thailand, selanjutnya mereka akan berlaga pada SECCON di Jepang.

“Dalam persiapannya kami melakukan latihan rutin bersama secara online dengan mengerjakan latihan soal dan menerapkan teknik yang lebih baik,” tambah Jason.

Menurut Jason, kompetisi yang berlangsung non-stop selama 8 jam ini berguna selain untuk menambah ilmu mereka dalam bidang informatika, juga dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah didapat sebelumnya.[mti/itb]