ilustrasi belanja ritel online

Manajemen-ti.com – Berdasarkan survey yang dilakukan oleh The Nielsen Company yang dirilis akhir Juli 2017 yang lalu mengatakan bahwa saat ini Internet telah menduduki peringkat ketiga teratas diantara seluruh media. Media Televisi masih menduduki peringkat pertama media yang diakses oleh 96 persen orang Indonesia, diikuti oleh media-media outdoor yang dilihat oleh 53 persen orang Indonesia, dan diikuti oleh Internet yang diakses oleh 44 persen orang Indonesia. Baru kemudian diikuti dengan Radio (37 persen), koran (7 persen), dan tabloid dan majalah (3 persen). Padahal lima tahun lalu (2012), Internet baru diakses oleh 26 persen orang Indonesia.

Kemudian ketika ditanya dari manakah mereka mengakses Internet? Jawaban tertinggi adalah akses dari rumah pada hari kerja dan malam hari (91 persen), diikuti dari rumah di akhir pekan (76 persen), kemudian dari tempat kerja (62 persen), dan dari sekolah (33 persen). Kalau dulu orang harus ke warnet untuk dapat mengakses ke Internet, sekarang orang dapat mengaksesnya dari rumah masing-masing. Fasilitas internet gratis juga semakin lazim disediakan di berbagai tempat publik seperti mal, kafe, taman, dan lain-lain.

Ledakan penetrasi Internet ini juga seiring dengan ledakan penggunaan smartphone. Survey Nielsen ini juga menyebutkan bahwa 94 persen orang mengakses Internet melalui Smartphone. Baru kemudian diikuti dengan laptop (74 persen), desktop (59 persen), dan tablet (15 persen). Oleh karena karakteristik smartphone yang hampir selalu dibawa kapanpun dan kemanapun pemiliknya berada, maka akses Internet juga dilakukan kapanpun dan dimanapun.

(Baca juga: Tiga Pesan Pendiri Bukalapak kepada Mahasiswa Baru ITB)

Aktifitas yang paling banyak dilakukan oleh para warga Internet di Indonesia adalah mengakses media sosial. Diantara aktifitas lain yang cukup signifikan dilakukan oleh para pengguna Internet di Indonesia ternyata adalah malakukan belanja secara online.aktifitas akses internet retail online

Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara dengan pertumbuhan ritel online tercepat di dunia. Posisi Indonesia berada di bawah Malaysia dan India.

(Baca juga: Membedah Perpres Peta Jalan e-Commerce Indonesia)

Seiring semakin masifnya penggunaan perangkat digital, penjualan eceran e-commerce di seluruh dunia pun terus meningkat. Pada 2015, penjualan ritel e-commerce di Amerika Serikat mencapai US$ 340,6 miliar. Pada 2019, nilainya diproyeksikan bakal meningkat menjadi US$ 543,95 miliar.

indonesia peringkat ketiga ritel online

Seperti diperkirakan oleh perusahaan riset Statista, ritel online di Asia juga sedang meningkat pesat. Pasar ritel online Malaysia menempati urutan pertama paling agresif dengan proyeksi pertumbuhan 23,7 persen (CAGR 2016-2021). India menempati urutan kedua dengan proyeksi CAGR 23 persen. Indonesia berada di posisi ketiga dengan proyeksi 20,7 persen. [mti/nielsen/technobusiness/picture: tirto]