Proyek IT Jepang Gagal

Manajemen-ti.com –Indikator utama bagi kesuksesan TI dalam sebuah organisasi adalah sejauh mana dukungan dan kontribusinya bagi organisasi dalam mencapai tujuannya. Sehingga penyelarasan antara TI dengan strategi bisnis merupakan hal yang sentral dan sangat penting demi kesuksesan TI dan bisnis itu sendiri.

Namun demikian survey yang dilakukan Cisco pada 2013 menunjukkan bahwa sebanyak 76% dari pimpinan bisnis dan tim non-IT mengimplementasikan aplikasi-aplikasi baru tanpa melibatkan IT. Sementara 38 persen melibatkan IT dalam proses perencanaan dan implementasinya walau terlambat. Fakta ini mengindikasikan bahwa ternyata hingga saat ini pelibatan IT dalam perencanaan bisnis belum dianggap sebagai sesuatu yang penting.

(Baca juga: Lebih lanjut Risiko Maut Implementasi ERP)

Pada 2012 survey yang dilakukan oleh Japan Users Association of Information System (JUAS) menyatakan bahwa hal terpenting yang dibutuhkan oleh inovasi bisnis yang sukses adalah komunikasi yang baik antara departemen TI dengan manajemen atau divisi lainnya, serta pemahaman akan proses bisnis organisasi yang relevan untuk terus melakukan optimasi yang diperlukan.

Penyelarasan bisnis dengan IT hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi setiap organisasi.

Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh Information Technology Promotion Agency Jepang, tantangan terberat yang dihadapi dalam hal ini adalah masih ambigunya pembagian peran antara IT dengan bisnis dan struktur organisasi perusahaan. Pada urutan berikutnya adalah tidak lengkapnya atau rendahnya kualitas pendefinisian kebutuhan bisnis terhadap IT, serta kesenjangan antara strategi dan perencanaan bisnis dengan sistem TI yang dibutuhkan.

Di Jepang, 70 persen proyek TI dianggap mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan utamanya oleh 2 faktor utama [Ikumi Miyagi et al, 2014]:

1. Tujuan dari proyek tidak secara jelas dipahami oleh semua pemangku kepentingan dalam proyek tidak memiliki fokus yang sama

2. Harapan manajemen tidak didefinisikan secara jelas di awal proyek

(Baca juga: Statistik Implementasi ERP)

Sesuatu dikatakan berhasil jika tujuannya tercapai, dan disebut gagal apabila tujuan yang diharapkan tidak kesampaian. Sehingga dengan ukuran tersebut maka wajar saja jika dikatakan bahwa 70 persen proyek IT dianggap gagal dalam survey diatas dan banyak survey lainnya. Lha wong tujuan dan harapan dari proyek itu sendiri tidak jelas, bagaimana mau dikatakan sukses?! [manajemen-ti]